Saya

Saya? atau Aku?

Mungkin aku lebih bisa akrab di pikiranku (daripada pikiran saya).

Sederhananya aku adalah seorang teman bagi siapa saja, karena aku tidak suka bermusuhan, berteman lebih enak. Aku tidak memandang temanku dari usia berapa saja, kaya atau miskin, bodoh atau pintar. Yang aku inginkan hanya teman yang TIDAK MENGGANGGUKU. Teman seringkali membuat kita nyaman, tetapi kalau mengusik / mengganggu aku, menjauhlah dariku.

Keseharianku lebih banyak di ruangan, di depan komputer, menyapa klien-klienku di belahan dunia lain, dan menyapa teman-teman di twitter. Aku bekerja didunia kreatif, berkecimpung cukup lama sebagai orang di balik layar untuk beberapa media, baik cetak, online, maupun ads agency. Aku tidak gila jabatan atau gila ketenaran, karena dalam banyak hal, jadi orang biasa jauh lebih nyaman daripada jadi orang terkenal. Aku lebih senang tidak tampil dipermukaan dalam sebuah pekerjaan. Karena dimana aku bekerja, disitulah aku belajar. Maklum 80% ilmuku yang kupakai adalah otodidak. Sekolah hanyalah impian, apalagi kuliah. Hahahaa…

Tujuan hidupku apa? Aku dititipi Tuhan dua orang anak ganteng, yang karena suatu hal aku harus berpisah dengan mamanya anak-anakku. Jadi aku punya tanggungjawab untuk mempersiapkan anak-anakku hingga kelak mereka  dewasa dan siap untuk menghadapi kejamnya dunia sekarang ini. Vigo dan Dion nama mereka. lucu-lucu dan pintar-pintar mereka. Semoga disisa usiaku, aku dikuatkan untuk menyelesaikan tanggung jawabku.

Bersyukur sekarang aku punya ribuan teman, yang kenal secara baik, ataupun hanya kenal secara online. Jangan pernah takut menyapaku, karena aku bukan orang yang sombong.

Terima kasih sudah membaca tulisan ini.

Tuhan Memberkati.

  1. No trackbacks yet.

You must be logged in to post a comment.